7.200 Anak Ukraina Menemukan Harapan di Tengah Perang - Ini yang Terjadi
Katolik Terkini - Sejak perang pecah, rakyat Ukraina menghadapi tantangan berat. Namun, berkat bantuan kemanusiaan dan doa, mereka tetap bertahan.
"Kabar baik dari Ukraina: Kami masih hidup! Ini adalah sebuah mukjizat," ujar Mgr. Sviatoslav Shevchuk, Uskup Agung Utama Gereja Katolik Ukraina, dikutip dari ACN International.
Berkat donasi dan dukungan global, tidak ada satu pun warga Ukraina yang meninggal karena kelaparan atau kekurangan kebutuhan dasar. Bantuan darurat telah menjangkau Kyiv, Kharkiv, Zaporizhya, Odesa, dan Donetsk.
Sejak 2022, lebih dari 2.200 pengungsi menerima bantuan kemanusiaan langsung, sementara 8.245 imam, biarawati, dan staf keuskupan turut mendapatkan dukungan.
Gereja Hadir untuk Umat
Peran Gereja dalam membantu korban perang sangat krusial.
"Gereja, sebagai seorang ibu, merawat anak-anaknya," kata Mgr. Shevchuk.
Berkat bantuan global, para imam dan biarawan tetap bersama umat mereka di paroki, biara, panti asuhan, rumah sakit, dan tempat perlindungan lainnya.
Perang yang telah berlangsung selama tiga tahun ini tidak memadamkan semangat hidup rakyat Ukraina. Anak-anak masih bisa bermain di tengah ancaman bom dan serangan udara.
"Kehidupan lebih kuat daripada kematian," kata Bruder Albertine Bernard Charnucha dari Lviv.
Sebagai upaya pemulihan psikologis, lebih dari 7.200 anak dan remaja mendapatkan pendampingan pastoral melalui perkemahan liburan. Selain itu, lebih dari 6.290 orang mengikuti retret spiritual untuk mengatasi trauma akibat perang.
Menghadapi Trauma dan Masa Depan Ukraina
Masa depan Ukraina dan Gereja sangat bergantung pada upaya penyembuhan trauma perang. Berkat bantuan global, lebih dari 1.021 orang telah mendapatkan pelatihan penyembuhan trauma, serta 11 pusat psikologis-spiritual didirikan di seluruh Ukraina.
Bantuan terhadap Ukraina bukan hal baru. Sejak aneksasi Krimea pada 2014, komunitas Katolik di Donetsk, Luhansk, dan Kharkiv telah menerima dukungan. Bahkan, sejak tahun 1950-an, dukungan terhadap seminari di Ukraina telah berlangsung.
Dengan lebih dari 266.000 Misa yang didedikasikan bagi para donatur, Ukraina tetap berharap dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.
"Perang ini telah menambah dimensi baru dalam panggilan saya. Saya merasa semakin terdorong untuk melayani umat," kata Oleg, seorang seminaris dari Kniazhychi.
Dukungan bagi Ukraina tetap sangat dibutuhkan. Dengan terus berdoa dan memberikan bantuan, kita dapat memastikan bahwa kehidupan dan harapan tetap bertahan di tengah perang.(AD)
Posting Komentar